PELANTIKAN PEJABAT PIMPINAN TINGGI DAN FUNGSIONAL LINGKUP PROV. SULTENG TAHUN 2026
Senin, 11 Mei 2026, Gubernur Sulteng Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, dan Sekdaprov Sulteng, Dr. Novalina, MM., melantik dan mengambil sumpah pejabat pimpinan tinggi dan fungsional lingkup Prov. Sulteng. Acara tersebut bertempat di Rumah Jabatan Gubernur “Siranindi” Jalan Prof. Moh Yamin – Palu.
Saat melaporkan pelaksanaan kegiatan pelantikan, Kepala BKD Prov. Sulteng, Dr. ST. Asma Ul Husnasyah, SE, MM. M.Si., menyampaikan bahwa pejabat yang dilantik berjumlah 40 orang. Terdiri atas, 10 pejabat JPT dan 30 pejabat fungsional. Kesemua pejabat tersebut dilantik setelah adanya persetujuan teknis (pertek) dari BKN dan telah mengikuti uji kompetensi (ukom) pada instansi pembina Jabatan Fungsional bersangkutan.
Pejabat fungsional yang dilantik tersebar dalam berbagai nama jabatan fungsional seperti Perencana, Perancang Peraturan Perundang-undangan, Pengelola Sumber Daya Air, Administrator Kesehatan, Penata Kelola Penyehatan Lingkungan, Epidemiolog Kesehatan dan Polisi Pamong Praja
Untuk JPT, terklasifikasi dalam 8 JPT eselon II.a dan 2 JPT eselon II.b., yaitu :
- Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, A. Haris, SE., MM.
- Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Wahid Irawan, S.STP., MM
- Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik, Wahyu Agust Pratama, S.STP., MAP
- Kepala Pelaksana BPBD, Ir. Asbudianto, ST., M.Si
- Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhammad Syahrul Syam, S.STP., M.Si
- Kepala Dinas Kehutanan, Susanto Wibowo, S.Hut., M.Si
- Kepala Badan Kesatuan Bangsan dan Politik, Dr. Rachman Ansyari, M.Pd
- Staf Ahli Gubernur Bidang SDM & Pengembangan Kawasan Wilayah, Dr. Rusmiadi, ST., SH., M.Si
- Kepala Biro PBJ, Irwan,SKM., SH., MH
- Kepala Biro Pemerintahan dan Otda, I Wayan Yudana, AP., M.Si
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tanpa memandang klasifikasi atau stigma jabatan tertentu di lingkungan birokrasi. “Tidak ada istilah jabatan basah atau jabatan kering. Semua jabatan adalah amanah yang harus disyukuri dan dilaksanakan sebaik-baiknya. Setiap jabatan memiliki ruang kerja dan peluang inovasi,” ujar Anwar Hafid.
Gubernur menyampaikan bahwa para pejabat yang baru dilantik diberikan kesempatan untuk mendukung dan menyukseskan program 100 hari kerja kepala perangkat daerah, dengan tiga fokus utama.
Pertama, pembenahan dan pemutakhiran data. Menurutnya, perencanaan pembangunan daerah selama ini kerap terkendala karena masih menggunakan data yang tidak valid dan tidak diperbarui secara berkala. “Kita tidak boleh lagi merencanakan pembangunan dengan data lama. Pembaruan dan kelengkapan data harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Kedua, percepatan digitalisasi pemerintahan. Gubernur menargetkan sistem pemerintahan dan pelayanan publik di lingkungan Pemprov Sulteng dapat bertransformasi ke sistem digital dalam waktu tiga bulan ke depan. “Pelayanan kepada masyarakat harus berbasis digital. Tujuannya agar pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien,” katanya. Ia menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap capaian digitalisasi tersebut dan meminta seluruh jajaran bekerja secara kolaboratif untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.
Ketiga, penerapan merit system berbasis kinerja dan prestasi. Gubernur menekankan komitmennya untuk menerapkan sistem penilaian yang objektif dan adil, dengan menempatkan kinerja sebagai indikator utama. “Saya membutuhkan aparatur yang bekerja dan berprestasi, bukan yang mengandalkan pendekatan. Inovasi dan kinerja nyata yang akan dinilai,” ujarnya.
Gubernur juga mendorong seluruh pejabat, baik struktural maupun fungsional, untuk melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah. Ia menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung inovasi yang dinilai realistis dan bermanfaat. “Jika inovasinya berdampak dan dapat diterapkan, pemerintah akan mendukung dari sisi anggaran dan pengembangan karier,” katanya.
Di akhir sambutan, Gubernur Anwar Hafid mengingatkan pentingnya loyalitas aparatur sipil negara terhadap pimpinan, tugas, dan nilai-nilai moral dalam menjalankan amanah jabatan.
“Jabatan adalah titipan. Jalani dengan tulus, jujur, dan penuh tanggung jawab, karena pada waktunya jabatan itu akan berakhir,” pesannya.
Pelantikan tersebut menandai dimulainya penguatan birokrasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang berorientasi pada akurasi data, pemanfaatan teknologi, sistem merit, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.